Blog

Proses Terjadinya Hujan Asam

Proses Terjadinya Hujan Asam – Hujan asam pada dasarnya sama dengan hujan umumnya, namun hujan asam airnya bersifat asam. Pada umumnya hujan normal memiliki nilai pH air 6 pH, namun saat hujan asam nilai pH airnya dapat turun dibawah angka tersebut.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Proses terjadinya hujan asam dengan hujan biasa pada umumnya tidak berbeda, oleh karena itu meskipun menggunakan alat canggih seperti satelit maupun alat pemantau cuaca atau weather station masih sulit untuk memprediksi apakah hujan bersifat asam atau tidak. Hujan asam dapat terjadi karena ada faktor yang mempengaruhinya, untuk lebih jelasnya berikut adalah proses terjadinya hujan asam :

  1. Penguapan

Terjadinya hujan asam sebagian besar adalah dikarenakan berbagai aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai gas yang akan mengkontaminasi air hujan. Gas – gas tersebut adalah karbon dioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida dan hidrogen sulfur yang biasanya berasal dari kendaraan bermotor, uap pabrik, pembakaran dan lain sebagainya.

Seperti yang kita ketahui bahwa hujan diawali dengan proses penguapan air dari berbagai sumber seperti laut, sungai, danau dll. Uap air yang terkontaminasi dan bercampur dengan gas – gas tersebut kemudian akan menyebabkan terjadinya hujan asam nantinya.

  1. Penyatuan

Uap air yang menguap ke permukaan bumi dan gas – gas yang ikut terkumpul ditempat yang sama akan saling bertemu dan pertemuan antara karbon dioksida dan karbon monoksida dengan uap air akan menghasilkan hujan asam. Selain itu hidrogen sulfur dan sulfur oksida yang juga bertemu dengan uap air juga dapat menyebabkan hujan asam.

Apabila uap air bertemu dengan karbon dioksida dan karbon monoksida akan menghasilkan hujan asam yang bersifat asam lemah, sedangkan pertemuan hidrogen sulfur dan sulfur oksida dengan uap air ini baru akan menghasilkan hujan asam yang bersifat asam kuat. Walau begitu kedua asam tersebut juga akan menyebabkan kerugian bagi lingkungan sekitar walau dengan dampak yang berbeda.

  1. Proses Akhir

Kedua senyawa yang telah bercampur tersebut akan terbawa ke tempat yang lebih tinggi karena faktor angin dan ketika sudah mencapai pada ketinggian tertentu maka campuran antara gas dan air tersebut pada akhirnya akan mengalami titik jenuh. Saat mencapai titik tersebut awan sudah tidak mampu lagi menahan air yang dikandungnya sehingga akan diturunkan sebagai rintik hujan. Namun air hujan tersebut sudah tercampur dengan asam sehingga bersifat asam.

Hujan asam yang pertama kali ditemukan adalah pada tahun 1852 oleh Robert Angus Smith setelah melakukan penelitian yang cukup lama. Setelah penelitian pertama tersebut dilakukan barulah beberapa penelitian setelah aktif dilakukan dan pada tahun 1990 banyak orang kemudian menjadi peduli akan hujan asam yang menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan.

comments powered by Disqus

Check Also

Close
Close
Close