Blog

Curah Hujan Tertinggi di Indonesia

Curah Hujan Tertinggi di Indonesia – Beberapa tahun lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi terjadi hujan dengan intensitas di atas normal. Peristiwa tersebut terjadi pada akhir bulan Agustus 2013 silam.

Curah Hujan Tertinggi di Indonesia

Kepala BMKG, Sri Woro Harijono menuturkan bahwa potensi penyimpangan tersebut meliputi daerah Jawa, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku, sedangkan pada daerah Sumatera dan Kalimantan masih normal.

Karena faktor anomali suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia lebih tinggi membuat beberapa wilayah di Indonesia mengalami hal tersebut. Normalnya suhu rata – rata di Indonesia adalah sekitar 28,5 – 29,5 celcius dan kini mengalami peningkatan antara +0,5 hingga +2,0 celcius. Selain itu angin kemarau yang berasal dari timur juga terlalu lemah dan tersapu oleh angin hujan sehingga menyebabkan hal tersebut.

Pengukuran curah hujan dalam kurun waktu tertentu ini dilakukan menggunakan bantuan alat yaitu weather station dan faktor tinggi rendahnya curah hujan dalam kurun waktu tersebut akan menjadi acuan untuk menentukan lamanya waktu prakiraan cuaca secara berkesinambungan.

Faktor lainnya yang berpengaruh terhadap kondisi lingkungan adalah kecepatan angin yang bertiup pada daerah tersebut, kecepatan angin tersebut juga dapat diukur dengan instrumen weather station / Anemometer.

Pada kondisi tersebut suhu udara akan tetap meningkat walaupun hujan sudah turun, keadaan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga menimpa beberapa negara lain. Semua hal ini disebabkan karena pemanasan global, hal ini akan memunculkan tekanan rendah dan menyebabkan penumpukan massa uap air yang akan meningkatkan curah hujan.

Curah hujan tinggi dan suhu yang tidak tetap dapat mengganggu seluruh aktivitas masyarakat di Indonesia. Mulai dari bidang agraris, perkebunan dan persawahan akan merasakan kerugian besar. Curah hujan tinggi menyebabkan para petani di berbagai wilayah Indonesia menjadi gulung tikar akibat tanaman yang mereka tanam busuk dan tidak dapat dijual.

Seharusnya pembinaan dalam bidang agraris, harus memperhatikan dan memberikan bimbingan dalam hal faktor cuaca dan kondisi lingkungan untuk para petani di Indonesia. Curah hujan yang diukur dengan weather station, suhu lingkungan, kelembaban wilayah dan berbagai faktor cuaca lainnya dapat diberi pembinaaan kepada para petani.

Jika panen busuk secara terus menerus, hal ini akan berdampak perekonomian di Indonesia. Harga bahan pangan akan terus merangkak naik dan akan memberatkan rakyat di Indonesia. Petani akan terus merugi dan tidak mau bercocok tanam kembali.

comments powered by Disqus
Close
Close