Salt Meter

Alat Pemantau Salinitas Akuarium KL-2707

Alat Pemantau Salinitas Akuarium KL-2707 ini merupakan salah satu perangkat yang digunakan untuk mengukur kadar salinitas dan kadar garam pada suatu larutan ataupun air. Untuk kadar salinitas maupun kadar garam terlarut yakni salah satu faktor penting yang menjadi parameter kualitas air. Selain pH dan DO (kandungan oksigen terlarut), kadar garam ini yaitu faktor penting pula. Media pengukur ini bisa dimanfaatkan untuk emantau kadar garam terlarut dalam air secara kontinyu karena peralatan ini menggunakan daya yang dipasok dari sebuah adaptor.

Alat Pemantau Salinitas Akuarium KL-2707

Alat Pemantau Salinitas Akuarium KL-2707 ini sendiri sering digunakan oleh kalangan akuarium untuk dapat memantau salinitas air dalam akuariumnya. Kadar salinitas atau garam terlarut yaitu hal penting karena hal ini akan mempengaruhi kehidupan ikan dan biota air lainnya. Meskipun ikan yang dibudidayakan yaitu ikan air tawar namun kadar garam ini tetap dibutuhkan karena kadar garam terlarut ini akan memudahkan plankton yang adalah pakan alami bagi ikan untuk hidup.

Fitur Alat Pemantau Salinitas Akuarium KL-2707 :

  • Semua sumber daya dipasok dari sebuah adaptor pada perangkat ini.
  • Sudah disertai layar LCD yang akan memantau salinitas secara kontinyu.
  • Akan cukup nyaman digunakan, karena ergonomis dan ekonomis.
  • Mencangkup pengukuran yang luas dan cocok di berbagai bidang usaha.
  • Ternyata perangkat ini mempunyai desain alat yang simpel dan portabel.

Spesifikasi Alat Pemantau Salinitas Akuarium KL-2707 :

  • Jangkauan pengukuran : 0 – 199,9 ppt
  • Akurasi : ±2% F.S
  • ATC : 0 – 60℃
  • Dimensi : 88 x 55 x 22 mm
  • Power : DC 6 V (Adaptor)

Bergerak dibidang distributor, kami Ukurdanuji Berusaha semaksimal mungkin menyediakan alat ukur terbaik diberbagai jenis dan macam alat-alat ukur baik digital maupun yang masih analog.

Untuk pembelian produk silahkan hubungi Kantor Ukurdanuji yang berada di Jalan Raya Baturraden KM 7 No.17 Rempoah, Baturaden,Banyumas, Jawa Tengah Indonesia.

Tags
comments powered by Disqus
Close
Close